Sunday, 9. November 2014 - 00:13 Uhr

Cara berpromosi yang baik

Enter text here


2891 Views

0 Comments

Wednesday, 5. November 2014 - 19:01 Uhr

Cara dan teknik memasarkan produk usaha

Strategi Memajukan usaha kita  

         

Skema pemasaran diambil dari http://arifdhaniirwanto.blogspot.com/

Selamat malam, pada kempatan meluangkan waktu santai setelah menjalankan rutinitas kerja, kembali penulis ingin menulis kembali yang menjadi kegemarannya dan mudah-mudahan bermanfaat bagi khalayak pengunjung website Tokokusenkayu.com sebagai pencerahan dalam mengembangkan usaha yang sedang di rintis. Tapi kira-apa tema yang tepat dan enak agar nyambung dengan artikel yang penulis sudah tulis sebelumnya. Tips memulai usaha sudah, cara menghitung titik impas sudah, bahkan hingga tiga artikel sekali gus. Lalu apa lagi yang enak kita bahas dalam tulisan kali ini agar tetap dalam kilasan usaha.

 

Eeh bagai mana kalau pemasaran saja, agar menjadi lebih berurutan. Maksudnya begini, kalau kita sudah punya usaha, kemudian juga kita sudah bisa menentukan target melalui perhitungan titik impas, langsung deh kita pasarin barang dagangan kita, bukan begitu kira-kira Broo?. Bagai mana caranya? Entar dulu kenapa, nagak sabar amat sih.

 

Sebelum sampai pada pembahasan pemasaran, penulis mau tanya dulu, apa perbedaan pemasaran dengan marketing? .......... Kayaknya sama ya. Betul! menurut penulis kayaknya sama, tapi menurut penulis juga sebenarnya berbeda. Bedanya di mana? Samanya adalah sama-sama proses, tapi bedanya marketing prosesnya lebih luas. Kira-kira yang bagai mana tuh?

 

Menurut penulis, pemasaran adalah suatu proses memperkenalkan dan mempengaruhi calon pelanggan terhadap produk yang kita jual dengan harapan terjadinya suatu transaksi. Jadi lebih dekat dengan mempengaruhi calon pembeli. Sedangkan marketing adalah keseluruhan proses dari awal hingga akhir suatu kegiatan usaha. Misalnya produk suatu usaha yang bergerak di bidang makanan. Bagaiman proses pembuatanya, rasanya, sehingga pembeli suka dan mengulangi pembeliannya. Begitu pula bagai mana cara memasarkannya sehingga terjadi transaksi, yang pada akhirnya bagaimana cara pendistribusiannya. Jadi marketing lebih dekat dengan proses bagaimana memuaskan pelanggan sehingga terjadi teransaksi berulang-ulang. Jadi dengan kata lain pula pemasaran adalah bagian dari suatu proses marketing. Namun kesempatan kali ini penulis membatasi hanya pada pemasaran saja, dimana marketing akan penulis bahas pada kesempatan lain.

 

Seperi yang sudah penulis sampaikan pada artikel sebelumnya, setelah kita sudah berani mengambil keputusan untuk membangun usaha sendiri langkah selanjutnta adalah menentukan titik impas. Untuk apa? Titik impas kita buat untuk menentukan target minimal penjualan yang harus dicapai agar tidak terjadi kegagalan dalam menjalankan usaha. Lalu bagai mana aflikasinya agar ttarget pemasaran dapan di capai? banyak langkah-langkah disini. Namun penulis hanya menyampaikan langkahlangkah yang sifatnya praktis saja.

 

Menurut pengalaman penulis dalam merealisasikan target jual (yang sampai saat ini masih penulis geluti), dalam memperkenalkan dan mempengaruhi calon pelanggan agar mau membeli produk yang kita tawarkan ada beberapa trik-trik pemasaran yang sering penulis pakai agar dapat menarik pelanggan dengan sebanyak-banyaknya, antara lain:

 

1. Tentukan pangsa pasar, segmen pasar dan tingkat kebutuhan serta yang paling penting cara pembayarannya. Sebagai contoh dalam melakukan derect selling Lem seperti pembahasan sebelumnya. Lem tersebut sebagai pangsa pasarnya adalah hampir semua kegiatan industri dan pertukangan baik besar maupun kecil. Bagi kita selaku UKM yang baru berjalan sebaiknya kita bidik segmen pasar usaha di bidang pertukangan usaha kecil saja yang menjamur disetiap pinggir jalan. Yang paling nyata membutuhkn lem tetes disini sebagai contohnya adalah industi kusen kayu yang tingkat kebutuhannya relatif besar setiap bulan dan pembayaranya yang langsung cash. 

 

2. Dengan derect selling. Bagi penulis dengan terus-menerus menawarkan langsung produk industi kusen kayu ke banguunan yang sedang/baru (memang ini salah satu segmen pasarnya) saja dimulai. Derect selling di sini Termasuk dengan maksimalkan pelanggan yang sudah kita miliki sebelumnya (ingat Tips memulai usaha). 


3. Menyebar brousur sebanyak-banyaknya. Pengalaman penulis meyebar brousur dengan menargetkan 2,5% dari 10,000 brousur yang di sebar tepat di depan pintu rumah warga pada setiap perumahan. Karen penulis yakin bahwa suatu saat 2,5% target terhadap brosur akan tercapai.

 

4. Beriklan iklan di media cetak seperti koran, majalah, buletin komunitas penduduk tertentu dan dengan beriklan di media internet yang tentunya lebih mudah dan lebih murah di bandingkan di media elektorik.

 

5. Jika ingin mencari tempat/toko carilah tempat yang strategis. Bagi usaha pemula penulis menyarankan sebaiknya tetap melakukan pemasar dierect selling. Karena dari pada menggunakan uang untuk membayar kios yang mahal lebih baik uangnya di gunakan untuk tambahan modal saja. Karena dengan derect selling segmen pasar yang kita tuju sudah sangat jelas.

 

7. Kuasai produk, jangan menunjukan keraguan dan tampilah dengan penuh meyakinkan

 

 

6. Dan yang tak kalah pentingnya jika kita sudah sukses dalam menjalankan trik-trik di atas adalah berikan pelayanan pelangan dengan sebaik-baiknya. Ingat istilah pelanggan "adalah raja". Artinya pelanggan harus dilanyani dengan sebaik-baiknya. Setelah "raja" sudah merasa puas pada pelayanan kita, maka jarak antara "raja" dengan kita akan semakin dekat. Yang akhirnya "raja" akan menjadi teman kita. Enak kan punya teman raja

 

Demikianlah samapi disini bahasan pemasaran, mudah-mudahan pembaca tidak puas dengan arikel ini dan terus mencari referensi pemasaran sebanyak-banyaknya. Jika begitu ada harapan bagi penulis supaya cara dan trik pemasaran pada artikel ini ada yang mau menambahkan. Terima kasih.


Tags: cara menjual produk cara memasarkan produk Cara memgiklankan produk cara memperkenalkan produk teknik memasarkan produk usaha 

8481 Views

4 Comments

Wednesday, 5. November 2014 - 11:17 Uhr

Menghitung titik impas dengan dua atau lebih produk yang di jual (lanjutan 2)

Selain cara menghitung titik impas yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya (pertama dan lanjutan satu) sebenarnya banyak langkah-langah yang dapat dilakukan dalam memperkirakan titik impas. Dua artikel terdahulu telah penulis kemukakan tentang cara menghitung titik impas untuk satu samapai 3 produk yang kita jual. Saya juga telah menjanjikan akan menulis perkiraan produk denagn 4 atau lebih produk yang kita jual. Malah ilustrasi yang nanti akan penulis sampaikan bisa di apalikasikan untuk banyak produk, sehingga jika kita memiliki lebih dari 3 produk yang kita jual perhitungannya bisa di pahami oleh semua orang dengan lebih mudah.

 

Misalakan kita ingin menjual 4 jenis merek Lem tersebut sebelumnya misalnya saja 4 merk. Modal dari lem masing-masing adalah

Merk Lem   A = Rp 125,000, (20%)

Merk Lem   B = Rp 140,000, (23%)

merk Lem  C = Rp 185,000  (29,6%)

Merk Lem   D =Rp 175,000. (27,4%)

----------------------------------- (+)

Total modal ke 4 merk tersebut adalah = Rp  625,000, atau rata-rata modal per dus Rp 157,000.

 

Jika kita kita ketahui pemilik memiliki modal cash Rp 15,000,000 dan Total modal selama 1 bulan Rp 35,000,000 (lihat sebelumnya) dan pemilik menentukan keuntungannya adalah Rp 50,000/dus ( 32% dari rata-rata modal per dus), maka titik impasnya adalah:

1. Dalam jumlah dus terjual/bulan: Rp 50,000 x Jumlah dus ter jual/bulan = Rp 35,000,000, maka:

==> Jumlah dus terjual/bulan = Rp, 35,000,000/Rp 50,000 = 700 dus/bulan = 24 dus/bulan, atau

 ==> Jumlah uang berputar = (Rp 157,000 + Rp 50,000) x 700 dus = Rp 144,900,000/bulan

 

2. Dalam putaran modal  = Rp 35,000,000/(Rp 15,000,000 x 32%) =  7,35 x putaran modal, atau

==> Jumlah putaran uang = 7,35 x Rp 15,000,000 x 132% = Rp 144,900,000

==> Dalam jumlah dus lem terjual = Rp 144,900,000/Rp 157,000 = 700 Dus per bulan, atau rata-rata = 641/4  = 161 dus/merk.

==> Ternyata sama kan!

 

3. Dalam masing masing Merk. Karena biasanya masyarakat lebih tertarik barang jenis yang sama tetapi dengan harga yang lebih terjangkau maka perkiraan penjualan masing masing merk adalah kebalikan dari prosentase modal: 

 

- Merk Lem   A = Rp 125,000, = (29,6%) x 641 = 190dus

- Merk Lem   B = Rp 140,000, = (27,4%) x 641 = 175 dus

- merk Lem  C = Rp 185,000   = (23%)  x 641 =  147 dus

- Merk Lem   D =Rp 175,000.  = (20%)  x 641 =  129 dus

 

Demikaanlah bagai mana kita memperkirakan titik impas untuk menjadi patokan kita untuk menertukan target jual. Kami mohaon bial ada koreksi ataupun atambahan dalam tulisan ini mohon share kepada kami. terimakasih.

   


3021 Views

0 Comments

Monday, 3. November 2014 - 16:26 Uhr

Menghitung titik impas dengan dua atau lebih produk yang di jual( lanjutan 1)

Pada bahasan sebelumnya sudah sama-sama kita bahas tentang menghitung titik impas yang komponen produk usahanya tunggal (uniform), baik untuk pedagang di pasar maupun untuk UKm penjual lem. Di mana untuk UKM penjual lem masih kita asumsikan toko tersebut menjual 1 merk saja. Nah bagaimana jika toko tersebut menjual lebih dari 1 merk? Misalnya saja 2 merk, 3 merk atau bahkan 4 merk sekaligus?. Ini memang agak sulit dan membutuhkan kecerdikan dalam menghitung secara matematis.

 

Jawabannya kiat harus membuat kalkulasi sebagai berikut:

 

1.  Jika toko UKM di atas menjual 2 merek  lem sebagai berikut (penjualan dalam ribu): kita misalkan toko UKM tersebut membuat asumsi keuntungan untuk barang a &  b adalah 20 atau 25 dan 35 atau 10, dengan total modal Rp 20 juta (dalam ribuan), maka penjualan penjualan perhari cara menghitungnya adalah:


 
20a + 35b = 20.000
25a + 10b = 20.000
--------------------- ( - )
 -5a + 20b  = 0,  maka a = 4b, atau 20 x (4b) +35b = 20,000, b = 20,000/115 = 174 dus per bulan = 6 dus per bulan, a = 4 x 134 = 536 dus/bulan = 18 dus/hari. Jadi titik impasnya adalah 18 dus/hari untuk lem A dan 6 dus/hari lem B


 
2.  Jika toko UKM di atas menjual 3 merek  lem sebagai berikut (penjualan dalam ribu): kita misalkan toko UKM tersebut membuat asumsi keuntungan untuk barang a, b dan c masing-masing adalah A( 20 atau 25 atau 35 ), B(10 atau 30 atau 20) dan C(30 atau 20 atau 25 ) dengan total modal Rp 20 juta (dalam ribuan),maka penjualan perhari cara menghitungnya adalah: menghitungnya adalah:

 

Tahap I

 

20a + 10b + 30c = 30.000              
25a + 30b + 20c = 30.000
---------------------------( - )

- 5a - 20b + 10c = 0 (rumus 1)

 

Tahap II          

25a + 30b + 20c = 30.000

35a + 20b + 25c = 30,000
---------------------------( - )

-10a + 10b  - 5c  = 0  (rumus 2)

 

Tahap III 

Rumus 1 + 2 =

- 5a - 20b + 10c   = 0  x 1 ==>   - 5a - 20b + 10c  = 0 

-10a + 10b  - 5c   = 0  x 2 ==> - 20a + 20b - 10c  = 0

                                           -----------------------(+) 

                                          - 25a  = 0, maka a = 0  Rumus 3


Masuk ke rumus (1) atau (2) -10(0)+ 10b - 5c = 0, ==> b = (1/2 )c, Rumus 4

Masuk pada variabel salah satu tahap I: 20(0) + 10(1/2)c + 30c = 35.000, ==> 35c = 30,000, ==> c =35,000/35 = 1001 dus, Jadi b = 1/2 x 1001 = 501 dus

 

Jadi kesimpulannya titik impas  penjualan perbualan masing-maing: Lem A = 0, Lem B = 501 dus/bln = 17 dus/hr  dan Lem C = 1001 dus/bln = 34 dus/hr.

 

Tapi kalau lebih dari 3 produk bagaimana? Ok nanti saya lanjutkan kembali

                             

 


3896 Views

0 Comments

Monday, 3. November 2014 - 09:03 Uhr

Cara menentukan titik impas atau berak even point penjualan

 

Ilustrasi grafik di ambil dari Kumpulan Karya


Pada artikel sebelumnya penulis menulis tentang Cara dan Tips memulai usaha bagi anak muda, putus sekolah dan yang tidak dapat melanjutkan kuliah, hingga pada akhirnya kita dapat memutuskan untuk membangun usaha sendiri dan "menjadi raja dengan berapa prajurit". Bagai mana langkah selanjutnya ketika kita sudah berani mengambil keputusan keluar kerja dan memberanikan diri membangun usaha sendiri?

 

Langkah selanjutnya adalah menetukan titik impas agar target penjualan kita di persaingan pasar yang begitu ketat menjadi terukur.

 

Tapi, sudah tahukah Anda apa itu titik impas penjualan? Atau istilah ngetopnya sih katanya break even point penjualan. Sering kita mendengar ketika kita sedang menawar apa saja yang kita mau beli di pasar, sering kali penjual mengatakan "belum dapat" atau "baru modalnya". Sebelumnya ini adalah termasuk katagori titik impas atau "belum dapet untung" atau bahasa halusnya lagi adalah "baru jual modal". Jadi istilah-istilah tadi sebenarnya juga titik impas yang paling sederhana. Kenapa? karena nilai tersebut baru sebatas untuk menutupi operasional standar/pribadi pedagang tersebut.

 

Jadi titik impas itu apasih dalam penjualan moderen? To the point aja ya. Kalau definisi menurut saya (mohon perbaiki karena masih banyak kurang): "Titik impas adalah sejumlah keuntungan yang didapat dalam waktu ternentu tetapi hanya mampu menutupi modal total dalam waktu yang sama". Nah lu makin bingung dah!.

 

Jadi kemungkinan yang harus kita ketahui dalam menetukan titik impasa adalah:

  1. Jika total modal usaha dalam satu bulan (modal pokok+total gaji karyawan+Cicilan2an bank+tranfor&pengiriman+Asuransi dll) = Untung (Ini baru impas).
  2. Jika total modal usaha dalam satu bulan (modal pokok+total gaji karyawan+Cicilan2an bank+tranfor&pengiriman+Asuransi dll) > Untung ( Ini namanya rugi)
  3. Jika total modal usaha dalam satu bulan (modal pokok+total gaji karyawan+Cicilan2an bank+tranfor&pengiriman+Asuransi dll) < Untung ( Ini namanya Sudah Untung)

 

Jadi ilustrasinya rumusnya kira-kira bengini:

  1. Jika seorang pedangan kecil dipasar untuk menghidupi keluarnga dan pendidikan anak2nya dalam 1 bulan membutuhkan Rp 5,000,000, ternyata hasil berdaganya mendapatkan Rp. 6,000,000/bulan, ini sudah dikatakan untung dan sisanya bisa ditabung atau menambah modal usahanya ke depan.
  2. Jika sebuah UKM di suah pertokoan menjual produk lem tertentu tetapi hanya dalam Dus dan tidak menjual eceran terdiri dari 1 orang pemilik, 2 orang karyawan dan 1 orang sopir dengan rincian sebagai berikut:

- Modal Uang Cash        Rp 15.000,000/bln

- Sewa kios                 Rp  1,000,000/bln
- Keb. pribadi pemilik    Rp  8,000,000/bln
- Gaji 3 karyawan         Rp 10,000,000/bln
- Kebers. listrik dll        Rp   1,000,000/bln
===========================(+)
 Total modal 1 bulan =  Rp 35,000,000/bln (titik impas 1 bulan ). 

 

Cuma begitu aja hitungnya? Sabar dong! ini belum selesai. Ketika pemilik memutuskan hanya menjual 1 merek tertentu saja dengan modal Rp 125,000/dus, dan menentukan keuntungan 1 merek tersebut Rp 50,000/dus, maka target minimum penjualannya adalah Rp. 35,000,000/Rp. 50,000 = 701 dus/bln. Jadi agar bisa nabung atau ada keuntungan yang dapat ditambahkan sebagai modal toko tersebut harus bisa menjual sedikit-dikitnya 26 dus per hari. atau omset perhari = (Rp 125,000 + Rp 50,000) x 26 dus/hr = Rp 4,550,000/hr. Gampang kan!


Sampai disini dulu ya nati di sambaung pada titik impas berikutnya. Oya tapi kalau ada yang punya pendapat lain silakan shere, wassalam.


Tags: Cara menentukan titik impas Cara membuat target penjualan cara metukan target penjualan cara membuat titik impas 

4981 Views

0 Comments

Sunday, 2. November 2014 - 23:48 Uhr

CARA MEYAKINKAN CALON PELANGGAN

 


Deal, gambar diambil dari http://www.kaskus.co.id/

 

Tips  cara meyakinkan calon pelanggan. Apkah Anda sudah memiliki usaha? Bala ya usaha apa?. Pada dasarnya tips ini bisa di aplikasikan untuk usaha apa saja. Disini penulis ingin mencontohkan pada usaha yang sipatnya lapangan/proyek. Artinya produk yang kita tawarkan adalah produk yang sifatnya memberikan servis kepada pelanggan di melalui survai, pengiriman, pelayan telepon dan pembayarannya melaui transfer, karena pelanggan belum tentu sempat untuk datang ke tempat usaha kita. Berikut tips penting agar pelanggan yakin pada kita dan produk yang sedang kita tawarkan.

 

1. Berikan kartu nama dengan alamat yang bisa di akses dengan google MapKarena dengan canggihnya sekarang alamat kita bisa diakses dengan googlemap. Jadi bagi teman yang sudah paham internet sertakan alamat lengkap kita di peta alamat pada situs yang kita miliki. Tetapi bagi kita yang belum mengerti inernet kita juga bisa meyakinkan pelanggan dengan adanya telepon rumah.

 

2. Berikan  nomor telpon  rumah sebagai nomor telepon utama disamping nomor telepon genggam yang kita miliki. Karena calon pelanggan biasanya adalah orang yang baru kenal denagn kita walaupun sudah beberapa kali presentasi tidak serta merta langsung mengambil keputusan. Biasanya calon pelanggan mencoba konfirmasi keabsahan tempat usaha dengan mengkonfirmasi melalui nomor tersebut.

 

3. Menguasai Produk yang sedang kita presentasikan. Ini sangat penting bila perlu bawakan samper produk tersebut. Karena jangan sampai kita menampakan ketidak pahaman terhadap produk yang sedang kita presentasikan kepada calon pelangagan. Ini akan menimbulkan keraguan calon pelanggan menjadi tidak yakin.

 

4. Membuat penawaran yang baik. Karena dengan penawaran yang baik bukan hanya calon pelanggan menjadi yakin, ia juga akan berterimakasih kepada karena dianggap penawaran tersebut menjadi pembelajaran bagi colon pelanggan juga. Jangan sampai ada hitungan terindikasi mark up dan sesuatu yang di umpat karena kita harus menganggap semua calon pelanggan dalah raja dan orang yang memahami produk kita tersebut.

 

5. Jika itu suatu proyek berikan referensi proyek yang sedang dan yang sudah selesai kita kerjakan. Untuk proyek yang sedang berjalan calon pelanggan akan menilai perjalanan proyek, menajemen proyek, profesionalisma pekerja dan lain-lain. Begitu pula untuk proyek yang sudah selesai. Jika calon pelanggan kita bertemu langsung dengan pemilik yang proyeknya pernah kita kerjakan ini menjadi referensi untuk semakin meyakinkan calon pelanggan tersebut dan memberikan proyeknya untuk kita.

 

7. Dan yang tidak kalah penting adalah penampilan kita. Ini juga akan menjadi penentu calon pelanggan yakin dengan kita.

 

Demikianlan tips cara meyakinkan pelanggan yang bisa penulis berikan. Penulis berharap pembaca dapat menambahkan tips-tips cara meyakinkan calon pelanggan sebagi share kepada penulis dan pembaca yang kemudian penulis yakin ini akan menambah wawasan kita semua. Semoga ber manfaat. Amiin.


Tags: cara meyakinkan cara 

3815 Views

0 Comments

Sunday, 2. November 2014 - 00:40 Uhr

Cara dan Tips memulai usaha bagi anak muda, putus sekolah

 

Gambar diambil dari Toumy's Blog

Assala mu'alaikum, selamat pagi semua. Kali ini pengelola websit Pasar Iklan UKM dan Toko Kusen Kayu ingin berbagi cerita tentang pengalaman pribadi memulai usaha. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi anak muda yang sedang mecari jalan untuk melanjutkan ke jalaan hidup yang lebih baik karena tidak memiliki modal atau pengalaman apalagi untuk mikirin kuliah, yang pusing lebih dahulu dari pada jalanin kuliahnya. Jalan hidup yang lebih baik? Serem bener! Iya kata ini penulis buat agar pembaca jadi lebih penasaran. Ye Ileh somse beneeeer. Iya la yaau.

 

Tetapi tidak berarti pula orang yang sudah bekerja atau orang kuliahan tidak boleh. Boleh, tapikan mereka-mereka sudah punya kerjaan atau masa depan yang kuliah kemungkinan sudah lebih pasti lebih baik. Tetapi kalau ada orang kuliahan yang baca tulisan saya ini, saya semakin senang. Kan saya bisa berharap ada penambahan tips jika tips yang saya tulis ini masih perlu banyak perbaikan. Karena saya yakin tulisan saya ini masih banyak kekurangan.

 

Tapi mengapa pula tulisan ini diperioritaskan untuk anak muda yang putus sekolah atau bukan orang kuliahan. Biasanya mereka seolah-olah kalau buka usaha sudah takut dan tidak percaya diri karena alasan ngak punya modal dan berpikir "usaha apa dan modalnya dari mana?". Ya iyalah kalau punya modal di sudah pasti memilih jadi anak kuliahan, dan kalau sudah punya usaha tulisan ini ngak bakal menarik buat dia. Betul ngak?

 

Langsung aja ya? Tetapi ngaka apa kan ya, kalau sana sini tulisan saya perlu banyak perbaikan karena banyak kekurangan? Mudah-mudahan ada pembaca yang mau meambahkan serta melengkapi tips ini agar lebih lengkap. To the poin aja deh, kayaknya saya terlalu banyak muter muter. Ini tips cara memulai usaha yang pernah penulis alami.

 

Tapi percaya ngak jika biasanya apabila orang untuk memiulai usaha yang dipertanyakan terlebih dahulu adalah "modalnya dari mana?", Tapi Percaya ngak kalau kita punya modal yang dipikirkan berikutnya adalah tetap "Gue mau usaha apa ya?" Akhirnya ngak jadi-jadi juga kan mulai usaha. "Jadi apa tipsnya DONG? Muter-muter mulu". Mau pengen tahu atau mau tahu banget? Kalau saya diminta pendapat pasti saya jawab pikirin "usaha apa dahulu". Kok usaha dahulu?  Kalau kita tentukan usaha dulu kan kita akan terus mencari produk yang tepat bagi usaha kita seperti: mudah dipasarkan, diminati banyak orang/khlayak, dan tidak tergantung modal yaitu dengan cara:

 

  1. Tekad kuat untuk memulai usaha dengan mencari produk yang mudah dikenal, banyak diperlukan banyak orang/kalangan sehingga kita bisa menentukan pangsa dan segmen pasarnya. caranya?
  2. Terjun langsung mejadi tenaga penjual produk tersebut disuatu perusahan yang punyai produk tersebut. Mengapa? Selain mendapat gaji/komisi untuk kita tabung dalam rangka mengumpulkan modal, kita juga akan langsung mengenal sifat dan karakter produk tersebut, kita akan lebih mengenal pangsa dan segmen pasarnya dan langsung kita sudah memiliki pelanggan. Jalan kan untuk beberapa waktu lamanya misal 1 sapai 3 tahun. Anggap saja kita sedang kuliah/magang. Tapi dapet duitkan? Kalau segmen pasarnya sulit cari lagi produk yang lain yang menurut Anda kebih mudah.
  3. Jika gagal coba lagi. Teguh dan jangan cepat menyerah. Karena kalau cepat menyerah kita tidak akan menemui produk yang mudah dikenal, banyak diperlukan orang/kalangan sehingga kita tidak bisa menentukan pangsa dan segmen pasarnya. Hanya sia-sia belaka. Ibarat kita tukang batu kita menyerah menghancurkan batu ketika batu itu sudak retak.
  4. Foto cofy dan jadikan form administrasi pemasaran yang dikeluarkan perusahaan tempat kita kerja sebagai arsip pribadi untuk kita siapkan sebagai bahan acuan jika kita sudah bisa mengambil keputusan untuk membentuk usaha sendiri.
  5. Buat data base pelanggan dan jadikan pelanggan setia dan loyal kita tersebut sebagai modal penjualan awal jika kita sudah berani mengambil keputusan untuk membangun usaha sendiri.
  6. Jika sudah mantap dan sudah memiliki pelanggan loyal banyak ambil keputusan untuk membangun kerajaan sendiri. 
Jadi terbuktikan? Bahwa modal bukanlah hal pertama yang harus kita persiapkan. Tetapi tekat dan keyakinan untuk majulah yang utama sebagai modal awal. Jika sudah ketemu jalan seperti ini persiapkanlah diri Anda untuk menjadi BOS/RAJA karena langkah selanjutnya adalah kita sudah mulai memikirkan KERAJAAN/TOKO yang harus diisi dengan perajurit yang siap tempur untuk bersama-sama membangun kerajaan kita.
 
 
Demikianlah cara & tips memulai usaha, semoga ini bermanfaat. Sampai jumpa pada artikel berikutnya. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan pada tulisan ini & bagi yang berkenan apalagi ingin share untuk menambahkan tips tersebut, penulis persilakan dan sangat berterima kasih. 

Tags: Usaha untuk pemula Usaha untuk pemuda putus sekolah Usaha untuk anak muda Cara memulai usaha 

5784 Views

2 Comments

Arsip Blog

Rumah di jual  murah
BURSA RUMAH DI JUAL
December 2017
Mo
Di
Mi
Do
Fr
Sa
So
 
 
 
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
 
 
 
 
 
 
 

Total pengunjung Web.


Total Pengunjung hari ini

Area Iklan Utama

Tinggalkan pesan di:

Name:

Email:

Homepage:

Message:

Entries